Senin, 19 November 2007

My KRS

No

Mata Kuliah

Kode MK

Kredit

Kelas/Hari/Jam/Ruang

1

PRK APLIKASI PERKANTORAN

145-0402

2

MD11/Senini/16.20-18.00/LBE

2

LOGIKA & ALGORITMA

145-1203

2

MD11/Senin/18.30-20.10/C107

3

SISTEM BERKAS

145-1205

2

MD11/Selasa/16.20-18.00/C206

4

LOGIKA & ALGORITMA

145-1203

2

MD11/Selasa/18.30-20.10/C107

5

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

145-1101

2

MD11/Rabu/16.20-18.00/C311

6

PNGTAR INFORMATIKA

145-1201

2

MD11/Rabu/16.20-20.10/C307

7

PRAK LOGIKA & ALGORITMA

145-0403

2

MD11/Kamis/16.20-18.00/LBC

8

PENGENALAN PDE

145-1202

2

MD11/Kamis/18.30-20.10/C208

9

PEMROGRAMAN 1 (PASCAL)

145-13011

2

MD11/Jum’at/16.20-18.00/C306

10

PRAK PENGENALAN INTERNET

145-0404

2

MD11/Jum’at/18.30-20.10/LBD

11

PRAK. PEMROGRAMAN 1 (PASCAL)

145-0401

2

MD11/Sabtu/16.20-18.00

Penting Untuk Dibaca

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya, tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku. Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika : aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap menghampiriku. Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku, Ya Allah, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah… tapi mengapa hamba ini sering lupa pada-Mu, sering lalai dengan printah-Mu “ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
Semoga petikan kata-kata diatas bisa membuat kita lebih bersyukur bahwa ujian itu sebenarnya adalah rahmat yang harus kita syukuri keberadaannya sebagaimana rizki……..Selalu ada hikmah dari segala peristiwa baik itu peristiwa yang baik maupun yang buruk…